Berita

PPGT dan Gereja Toraja Serukan Perang Melawan Narkoba di Toraja Utara

01 Mar 2026   |   32 views   |   FRITZ V. WONGKAR

Pustaka PPGT -- Maraknya peredaran narkotika di Toraja Utara menjadi keprihatinan serius berbagai elemen gereja dan masyarakat. Persoalan ini dinilai bukan sekadar pelanggaran hukum, melainkan ancaman nyata bagi masa depan generasi muda dan keutuhan tatanan sosial. Karena itu, dibutuhkan perhatian dan tindakan tegas dari seluruh pemangku kepentingan, terutama aparat penegak hukum.

Keprihatinan tersebut disuarakan oleh Persekutuan Pemuda Gereja Toraja (PPGT) bersama Badan Pekerja Sinode Gereja Toraja serta berbagai elemen masyarakat, menyikapi terungkapnya kasus dugaan keterlibatan oknum aparat dalam jaringan peredaran narkoba di Toraja Utara.

PPGT menyampaikan apresiasi atas langkah tegas Polda Sulawesi Selatan yang berhasil mengungkap dan menindak dugaan keterlibatan oknum aparat dalam kasus tersebut. Penegakan hukum yang dilakukan secara terbuka dan objektif dinilai sebagai wujud komitmen institusi kepolisian dalam menjaga keadilan dan kepercayaan publik.

Ketua Umum PPGT, Malvin, menegaskan bahwa penangkapan pejabat kepolisian yang diduga terlibat dalam peredaran narkotika harus dipandang sebagai momentum penting untuk memperkuat integritas penegakan hukum.

"Langkah tegas ini patut diapresiasi. Penegakan hukum harus berjalan transparan dan akuntabel, termasuk terhadap oknum aparat yang menyalahgunakan kewenangan. Ini penting untuk memulihkan kepercayaan masyarakat," ujarnya.

Secara sosiologis, kasus peredaran narkotika menunjukkan bahwa penyalahgunaan narkoba bukan hanya persoalan individu, melainkan persoalan struktural yang berpotensi merusak sendi-sendi kehidupan bersama. Oleh karena itu, penindakan hukum perlu disertai penguatan sistem pengawasan, pembinaan moral, serta pendidikan nilai di tengah masyarakat.

Senada dengan itu, Ketua V Badan Pekerja Sinode Gereja Toraja, Pdt. Yusuf Paliling menegaskan bahwa perjuangan melawan narkoba merupakan bagian dari panggilan iman dan tanggung jawab kolektif masyarakat Toraja.

"Mencintai Toraja berarti berjuang membebaskannya dari penyakit sosial yang merusak generasi. Jika kita sungguh cinta dan bangga pada Toraja, maka jangan biarkan masa depan daerah ini dihancurkan oleh narkoba," tegasnya.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa persoalan narkotika tidak hanya berdampak pada aspek hukum, tetapi juga menyentuh dimensi moral, spiritual, dan keberlanjutan generasi. Penyalahgunaan narkoba terbukti menyebabkan kerusakan kesehatan fisik dan mental, menurunkan produktivitas, serta meningkatkan potensi tindak kriminal.

Sementara itu, Ketua Bidang Sosial dan Lingkungan Hidup PPGT, Arnes, menyoroti dampak multidimensional narkotika terhadap generasi muda. Menurutnya, narkoba tidak hanya merusak sistem saraf dan kesehatan reproduksi, tetapi juga melemahkan daya pikir kritis serta karakter individu.

"Karena itu, kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mendukung aparat penegak hukum. Pencegahan harus dilakukan secara kolaboratif melalui edukasi, pengawasan sosial, dan pembinaan karakter generasi muda," jelasnya.

PPGT juga mengajak keluarga, lembaga pendidikan, gereja, dan komunitas adat untuk memperkuat upaya preventif melalui pendidikan nilai-nilai kehidupan, literasi bahaya narkotika, serta penciptaan ruang-ruang aktivitas positif bagi kaum muda.

Sebagai organisasi kepemudaan gerejawi, PPGT menegaskan komitmennya untuk terus berdiri bersama aparat penegak hukum dan seluruh lapisan masyarakat dalam mewujudkan Toraja Utara yang bersih dari narkoba. Penegakan hukum yang tegas, disertai partisipasi aktif masyarakat dan keteguhan nilai iman, diyakini menjadi kunci utama dalam memutus mata rantai peredaran narkotika dan menyelamatkan masa depan generasi Toraja. (Sumber: Ketua Umum PPGT, Malvin)


Tag: PPGT Gereja Toraja Bahaya Narkoba Toraja Utara

📌 Artikel Terkait