📅 Jumat, 11 September 2026

Berita

ITGT Siapkan 35 Proponen Tahap II, Bekali Calon Pelayan Gereja Toraja Hadapi Jemaat

20 Ags 2026   |   142 views   |   FRITZ V. WONGKAR

PUSTAKA PPGT -- Institut Teologi Gereja Toraja (ITGT) resmi membuka Penyiapan Proponen Tahap II Angkatan XXIII yang diikuti 35 peserta. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula ITGT, Tangmentoe, Rabu (19/8/2026), sebagai bagian penting dari proses pembinaan calon pelayan Gereja Toraja.

Penyiapan ini berada di bawah naungan Bidang II Badan Pekerja Sinode (BPS) Gereja Toraja dan menjadi salah satu tahapan yang harus dilalui para calon pendeta sebelum nantinya direkomendasikan kepada BPS Gereja Toraja untuk menjalankan tugas pelayanan sebagai Pegawai Gereja Toraja.

Dikutip dari website Gerejatoraja.id pembukaan kegiatan dilakukan Ketua II BPS Gereja Toraja, Pdt. Musa Sikombong, M.Th. Turut hadir Direktur ITGT, Pdt. Dr. Alpius Pasulu’, M.Th., Sekretaris Penyiapan Calon Pendeta, Pdt. Helma Yances Pasulu, M.Si., serta jajaran ITGT.

Dalam sambutannya, Pdt. Musa mengingatkan para proponen bahwa proses penyiapan bukan sekadar tahapan pendidikan, melainkan bagian dari perjalanan panggilan untuk melayani di tengah jemaat.

Ia meminta para peserta tidak hanya mempersiapkan kemampuan teologis dan kepemimpinan, tetapi juga membangun sikap rendah hati serta mampu menghargai kehidupan dan perjuangan jemaat yang akan menjadi tempat mereka melayani.

"Sesuai amanat sidang sinode, di sini dibentuk calon-calon pendeta menjadi matorayan dan magereja Toraja. Tetaplah rendah hati dan hargai setiap usaha dan apa yang dikerjakan oleh jemaat tempat melayani," kata Pdt Musa.

Menurutnya, kondisi ekonomi yang dihadapi masyarakat saat ini membuat kehadiran seorang pelayan gereja harus benar-benar memberi makna. Pelayanan, kata dia, tidak boleh berhenti pada tugas-tugas liturgis, tetapi harus hadir dalam kehidupan nyata jemaat.

"Karena masa kini ekonomi sangat sulit, sehingga kehadiran Anda dalam jemaat benar-benar bermakna," lanjutnya.

Pesan tersebut menjadi penting di tengah tantangan pelayanan gereja yang semakin kompleks. Para calon pelayan dituntut mampu memahami bukan hanya persoalan iman jemaat, tetapi juga pergumulan sosial, ekonomi, keluarga, pendidikan dan kehidupan masyarakat yang terus berubah.

Penyiapan Proponen Tahap II Angkatan XXIII dijadwalkan berlangsung selama 19 Agustus hingga 9 September 2026. Selama proses tersebut, para peserta akan menjalani pembinaan sebagai bagian dari evaluasi kesiapan sebelum memasuki tahapan berikutnya dalam perjalanan kependetaan di Gereja Toraja.

Direktur ITGT, Pdt. Dr. Alpius Pasulu’, M.Th., mengatakan tahap kedua memiliki posisi strategis karena menjadi bagian dari proses untuk menentukan apakah seorang proponen layak direkomendasikan kepada BPS Gereja Toraja.

"Dalam konsep kurikulum penyiapan calon pendeta Gereja Toraja, ditetapkan dan dirancang sebagai proses secara signifikan untuk menentukan apakah seorang proponen dapat direkomendasikan kepada BPS Gereja Toraja sebagai Pegawai Gereja Toraja," jelas Alpius.

Dengan demikian, proses yang dijalani 35 proponen tersebut bukan sekadar agenda pembelajaran, tetapi menjadi ruang untuk menguji kesiapan, kedewasaan, komitmen dan kemampuan mereka dalam mengemban tanggung jawab pelayanan di tengah jemaat.

Penyiapan tersebut juga menjadi bagian dari upaya Gereja Toraja mewujudkan visi periode 2026–2031, "Melayani Bersama dalam Harmoni". Visi ini menempatkan kebersamaan dan keselarasan sebagai bagian penting dalam membangun kehidupan bergereja, termasuk dalam mempersiapkan generasi pelayan yang akan melanjutkan pelayanan di tengah jemaat.

Bagi jemaat dan pemuda Gereja Toraja, proses ini sekaligus menjadi pengingat bahwa masa depan pelayanan gereja tidak hanya ditentukan oleh institusi, tetapi juga oleh kualitas dan keteladanan para pelayan yang dipersiapkan hari ini.

Karena itu, perjalanan 35 proponen Angkatan XXIII tersebut layak mendapat dukungan doa dari seluruh warga Gereja Toraja. Dari proses di ITGT inilah diharapkan lahir pelayan-pelayan yang tidak hanya memiliki kapasitas akademik dan teologis, tetapi juga rendah hati, peka terhadap pergumulan jemaat, serta mampu menghadirkan pelayanan yang nyata dan bermakna.

Semua proses tersebut berlangsung di "rumah" pembinaan calon pelayan Gereja Toraja, ITGT. Dukungan dan doa jemaat menjadi bagian penting agar setiap tahapan dapat dilalui dengan baik hingga para proponen benar-benar siap diutus untuk melayani. (Sumber: Inforkom BPS Gereja Toraja - Krisnawati Ranteallo)


Tag: Gereja Toraja Proponen ITGT

📌 Artikel Terkait